SEMUA TENTANG WAKTU

SEMUA TENTANG WAKTU

"Dimana segala hal berubah"

    Detik itu tak terasa semakin memudar. Bahkan segala hal yang tersimpan rapi selama ini, terpaksa harus dibongkar ulang tuk mencari segala yang terlupa. Yah, bukankah semakin dewasa semakin banyak hal yang akan terlewat? Begitupun aku kini, duduk di bangku SMA bukanlah hal yang mudah. Geez, untuk kalian yang berpikir bahwa masa SMA adalah masa bahagia hidup,well tak sepenuhnya itu benar. Bersiap-siaplah untuk segala kemungkinan. Pertama, disana kalian akan dipaksa untuk berubah. Semisal untuk melupakan masa-masa kelabilan anak SMP dan berubah jadi lebih dewasa. Errr... i mean hello! Aku tak sepenuhnya sependapat dengan hal itu, bukan untuk bagian berubah jadi lebih dewasa. Tapi, sepertinya  labil bukan hanya milik anak SMP bukan? Yah, lanjut ke perubahan kedua masa dimana romansa terjadi. Pasti kalian berpikir bahwa indahnya kisah kasih akan terjadi bukan? But, jangan lupa bahwa di saat SMA ini kita akan menetukan jalan kedepan, persiapan untuk kuliah persiapan untuk kerja dan perisiapan untuk nikah, Ups.. hehe.
  
   Banyak kemungkinan yang akan terjadi, apapun pilihan kalian itu jalan kalian. Oke, masih banyak contohnya tapi, kalian mungkin akan malas membaca ceritaku bila terlalu banyak basa-basi kan? Jika memang aku benar, selamat membaca curahan hati anak SMA labil ini :).
    Oh maaf aku mengawali sesi ini tanpa memperkenalkan diri. Panggil saja aku Chamel, jangan mengolokku. Namaku Chamelia tapi kata teman-temanku itu terlalu panjang. Jadi mereka memanggilku Chamel. Aku gadis yang ceria, aktif dan suka dengan berbagai hiruk pikuk SMA. Karena berasal dari keluarga berada dan pembawaanku yang ceria membuat banyak anak suka bergaul denganku. Lagipula orang tuaku selalu mengajarkanku untuk rendah hati, selalu sederhana dan yang paling penting tak membeda-bedakan orang dari harta serta penampilan. 
    ***
    Hari ini siang begitu terik hingga es krim yang kupegang mulai meleleh. Pelajaran ke 5 siang ini kuhabiskan dikantin bersama 2 sahabatku. Bukan, bukan bolos pelajaran, tapi memang siang ini guru-guru menghabiskan waktu siang yang panas ini dengan mengadakan rapat. Masih sibuk menghabiskan es krim tiba-tiba ada seseorang yang mencolek hidungku.

    "Geez..Joe ngga usah ganggu plis!"
    "Ngga usah marah-marah dong Mel, tambah lucu kamunya." katanya gemas.
 Aku bukanlah tipe anak yang suka tebar pesona sana-sini. Tapi entah mengapa banyak lelaki yang berusaha mendekatiku. 
     "Nes, Mel balik kelas yuk. Makin panas disini, enakan dikelas bisa ngadem pake AC." Tiffany mengajakku dan Nessie kembali ke kelas .
     "Ayo ah, capek ngurusin nyamuk." ucapku jengah sambil melirik tajam ke arah Joe. Yang dilirik hanya senyam senyum ngga jelas.
     "Chamel!" Teriak joe, saat kami mulai jauh.
     "Love ya!
     "Lo sinting joe!!" Teriakku tak kalah keras. sedang kedua sahabatku hanya tertawa.
***
    "Wah, parah gila!"
    "Itu mah ganteng banget astagaaa!!!"
    "Emaknya makan skincare kali yak waktu hamil dia"
    "Waaaaa, itu suami gueee!"
    "Ya lord.. satukan kami"

semua suara itu memenuhi kelas sewaktu kami masuk. Banyak anak perempuan duduk bergerombol di salah satu bangku yang dekat dengan AC. 

    "Asik bener, liat apaan si kalian?" Tanya Tiff kepo.
    "Cepet gabung sini! Ada suami gue lagi perform!!" Ujar Dhea semangat.
    "Cha eun woo oppaa〰" Teriak yang lain heboh.
    "Abis ini Baekhyun guys!"
    "Beda grup woyy!" 

Oh, kumpulan anak penggila Oppa-oppa rupanya. Aku hanya tersenyum sambil berjalan ke bangku belakang, memasang earphone dan duduk sambil membenamkan wajah ke kedua tangan. Sebentar lagi kegiatan extrakurikuler akan dimulai, Tapi aku tak terlalu menghiraukan soal itu. Tiff dan Nessie juga masih sibuk nonton drakor di depanku. 
       
    Biip..Biip
    
Getar Hp ku membangunkanku. Steve. Dengan semangat ku angkat telepon darinya.

    "Hei!" sapaku ceria.
    "Hei Mel! how are you there?" suara di seberang sana membuatku terdiam sejenak. Ohh, aku merindukannya.
    "Mel?" panggilnya mengacau lamunanku.
    "Oh, yeah, i'm totally great" jawabku kemudian. Tiff dan Nessie yang sedari tadi menonton drakor yang telah dipilihnya, mendadak diam menyadari aku yang tiba-tiba berbicara bahasa Inggris. 
    "...."
    "Ehemm.."
    "...."
    "What? No, i'm not"
    "...."
    "Seriously? no way!!"
    "...."
    "See you Steve. Bye :)"
    "Hmm... hwaaaaaaaa" Teriakku sambil menggebrak meja membuat semua orang yang berada dalam kelas terkejut, bahkan tak sedikit yang memaki kesal. 

Aku tersenyum lebar tanpa rasa bersalah, sedangkan Tiff dan Nessie menatapku bingung. 

    "Kenapa lo? kesambet??"
    "Tau nih, abis teleponan ama si Steve jadi sableng" Cerocos 2 orang pengganggu kesenangan.
    "Bulan depan gue mau ke Aussie!" ucapku tertahan.
    "Sumpah?! Ihh lo mah gituu"
    "Plisss ajak gue bareng lho Mel!!"

Aku hanya tersenyum memandang 2 sahabatku itu..


Tunggu Part 2 yaa...



Halo semua! ini tulisan pertama aku hope you'll like it!
Jujur insecure mau upload, tapi dengan upload tulisan ini setidaknya bisa bikin aku semangat
semangat buat ngejar mimpiku ;)
Di blog ini bukan cuman cerita aja kok, kalo kalian mau puisi atau quotes dan mungkin sedikit tips dan trik 
Just tell me then :) 
Love y'all ❤






Komentar